Skip ke Konten
Dasar-Dasar PPRA (Program Pengendalian Resistensi Antimikroba)

Dasar-Dasar PPRA (Program Pengendalian Resistensi Antimikroba)

Setiap tiga menit, di suatu tempat di dunia, seorang anak meninggal akibat infeksi yang sudah tidak mempan diobati antibiotik. Ini bukan skenario masa depan — resistensi antimikroba (AMR) sudah menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat terbesar saat ini, dan Indonesia bukan pengecualian.
Kursus ini adalah titik awal dari seluruh rangkaian Diklat PPRA. Anda akan memahami skala krisis AMR secara global maupun nasional, menelusuri perjalanan regulasi yang mewajibkan setiap rumah sakit di Indonesia menjalankan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) — dari Permenkes hingga posisinya sebagai syarat mutlak akreditasi rumah sakit — serta mengenal struktur dan tugas pokok Tim PPRA yang sesungguhnya, bukan sekadar nama di atas Surat Keputusan.
Bagian inti kursus ini adalah sistem klasifikasi WHO AWaRe (Access, Watch, Reserve) — alat bantu praktis yang akan terus Anda gunakan di kursus-kursus berikutnya, untuk memilih antibiotik secara bijak berdasarkan risiko resistensinya. Anda juga akan mempelajari bagaimana PPRA tetap bisa berjalan efektif meski institusi Anda memiliki keterbatasan sumber daya — termasuk tanpa laboratorium mikrobiologi mandiri sekalipun.
Materi disusun berdasarkan pengalaman langsung membangun program PPRA di lapangan, bukan sekadar rangkuman teori — dengan prinsip zero-budget, high-impact yang konsisten dipegang di seluruh kursus dalam Diklat PPRA ini.
Tingkatan: Dasar
Prasyarat: Tidak ada — cocok untuk siapa pun yang baru memulai
Cocok untuk: Dokter, apoteker, perawat, tenaga laboratorium, dan tenaga kesehatan lain yang terlibat maupun ingin memahami PPRA
Estimasi durasi: ±2 jam · 7 langkah